Monday, February 07, 2005

Pernikahan Membawa Kemakmuran & Rezeki. Is it true?

Dulu, sewaktu baru lulus S1, hidup serasa dipenuhi ambisi untuk mengejar karier menjadi eksekutif muda (esmud kata orang2)... Memulai pekerjaan yg menjanjikan dengan gaji yang jauh lebih cukup untuk seorang single, serasa membawa kebahagiaan. Tiap hari ingin bekerja sebaik mungkin, hari esok harus lebih baik dari hari ini, dan quote lainnya yg kesemuanya ambisi untuk mengejar karier dan kekayaan.

Semua serasa bisa dibeli. Berangkat dan pulang kerja bawa mobil, macet2an, sesekali ngajak kencan cewek2 yg berbeda2, bisa membelikan sesuatu untuk adik2ku tercinta... Yg tercetus hanyalah mengejar karier dan target untuk bisa beli ini, beli itu, nikah nanti aja kali yeee. What comes into my mind, pernikahan hanyalah menghalangi karier dan usaha untuk mengumpulkan duit sebanyak2nya... Gilee kali yee nikah, duit gw dibagi2 buat istri n anak2...

Tepat setahun setelah bekerja, gw memutuskan untuk resign untuk melanjutkan S2 ke Jerman. Alhamdulillah semua berjalan lancar, walaupun tidak 100% mulus dan penuh perjuangan. Ternyata di Jerman banyak students yg menikah, walaupun masih study, atau akan menikah dalam waktu dekat n membawa istrinya. Gila orang2 ini, gak realistis bgt sih !!! Dengan pekerjaan kuli2 kasar yg upahnya tidak terlalu besar, bawa istri pula, bikin anak pula, mau dikasih duit n makan apa anak2 n istrinya, hahahaha...pikir gw saat itu. Tapi herannya mereka masih bertahan hidup aja tuh, ga ampe dideportasi dari Jerman. Ya sudahlah, urusan mereka, lagian gw gak suka ngurusin orang lain, selama mereka ga ganggu kehidupan gw.

Tapi semuanya berubah setelah liburan musim panas. Ketika semua orang berlomba2 untuk mencari pekerjaan saat liburan summer, kenapa hanya orang2 yg berkeluarga yang dapat kesempatan untuk bekerja di perusahaan2 besar dengan upah besar? Padahal semua students Indonesia lainnya pada mendaftar semua bareng2... Lagipula, mereka masih bertahan aja, dan disaat study, ada aja pekerjaan part time yg mereka dapatkan. Ada apa dengan mereka???

Pandangan gw jadi bergeser... Gw mulai percaya, bahwa orang yg menikah (dengan tujuan dan cara mulia tentunya), memang dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT. Walaupun secara logis, ada alasan yg bisa diangkat. Dengan menikah, tentu saja seseorang akan berusaha lebih giat dalam mencari pekerjaan dan bekerja tentunya. Tapi sekarang gw percaya, Allah SWT tidak akan berbohong, dengan menikah seseorang akan dimudahkan rezekinya. Dan tidak ada orang yg menikah karena Allah SWT, menjadi jatuh miskin melarat setelahnya....

So what do you think? Do you believe it now?

1 comments:

H Maramis said...

wow........gak tahu juga yah...
belum kawin sih.eh nikah sih....