Sunday, April 27, 2008

Mengejar US$

Baru saja membaca blog teman gw, ternyata dia akan bekerja keluar negeri karena mendapatkan tawaran kontrak kerja menggiurkan. Dia akan mengambil tawaran US$ menarik tersebut disaat istrinya sedang hamil 7 bulan (28 minggu). Wowww...

Sedangkan salah seorang teman gw yang lain, wanita, tinggal sendiri saja di Jakarta untuk bekerja. Suaminya sedang bekerja menjadi kontraktor telekomunikasi mengejar US$ di Arab Saudi. Anaknya yang masih berumur sekitar 2 tahun diasuh bersama neneknya di kota lain. Wowww...

Teman dari salah satu rekan gw, ketika tiba dirumahnya kembali dari mengejar US$ di salah satu negara timur tengah, disambut anaknya yang berumur 2 tahun saat dibukakan pagar, "Om, mau cari siapa?" Wowww...

Tapi memang dalam hidup ini tiap manusia dihadapkan pada pilihan dan harus menentukan pilihan dengan berbagai konsekwensinya, plus minusnya, pros dan cons. Saya pun tergiur dengan tawaran yang umumnya berkisar US$ 5,000 - US$ 9,000/bulan, atau US$ 200 - US$ 500 /hari, tergantung experience dan negosiasi ini. Tapi ada konsekwensi yang tidak sanggup gw penuhi, yaitu meninggalkan keluarga, hehehe. Jadi, mau tidak mau, gw mencari kesempatan untuk kesempatan permanent employee diluar negeri, bukan kontrak. Karena umumnya dalam klausul permanent employee, ada kesempatan dan benefit bagi istri dan anak-anak. Tentu saja uang yang didapat dan kesempatan yang ada lebih sedikit dibandingkan dengan sistem kontrak kerja.

Memang kondisi Indonesia belum membaik. Kesempatan kerja dan kesempatan mendapatkan penghasilan yang lebih baik juga belum terbuka lebar, termasuk di sektor telekomunikasi. Jadi gw berusaha untuk selalu bersyukur dan menjalani saja apa adanya.

2 comments:

Harianta said...

Emil,

Pa kabar? saya memang baru pindah dari Doha ke Muscat.

Qatar sangat berkembang sekarang dan mereka memang sering mencari pegawai ke Indonesia. Untuk sektor telekomunikasi coba lamar ke Q-Tel
http://www.qtel.com.qa/Careers.do
Ada byk org Indo yang kerja di Q-tel.Seingat saya ada Sigit (EL94) dan Natal (EL99)

Hidup di Doha cukup menyenangkan kok.Bisa bawa keluarga dan banyak bgt org Indo.25 rb orang(sampai ada 7 restoran Indonesia).

Mudah2an elu bisa dapat kesempatan bawa keluarga juga deh.

ario saja said...

dan berhamburanlah ke seluruh muka bumi untuk mencari rizki yang halal, dan jangan tinggalkan ibadah. Sesungguhnya siksanya sungguhlah pedih bagimu