Wednesday, September 03, 2008

Menyambut Ramadhan - Sept 2008

Tiap kali bulan Ramadhan datang, rasanya besar sekali keinginan untuk bisa melakukan amal ibadah sebanyak-banyaknya. Menyambut bulan Ramadhan, segala rencana dan persiapan untuk beribadah terkumpul di kepala. Tapi seperti tahun-tahun sebelumnya, keadaan memaksa gue sehingga tidak dapat memaksimalkan ibadah gue di bulan Ramadhan.

Sepertinya bekerja di perusahaan vendor telekomunikasi memang menjadi penghalang maksimalisasi ibadah Ramadhan, hehehe.... Loh koq bisa?

Begini. Event hari raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan suatu event yang memerlukan persiapan besar bagi semua operator telekomunikasi di Indonesia, seperti Telkomsel, Indosat, XL, HCPT, dll. Terlebih di saat lebaran, penggunaan telepon seluler oleh masyarakat meningkat hingga berkali-kali lipat dan tersebar di berbagai area di Indonesia. Ini karena adanya budaya "mudik" di Indonesia, sehingga kenaikan penggunaan jaringan seluler tersebar dan tidak terpola di kota-kota besar seperti pada hari-hari biasa. Masyarakat menggunakan telepon seluler untuk menelpon atau mengirim pesan singkat SMS untuk mengucapkan selamat hari raya keseluruh kerabat dan temannya. Masalahnya adalah keterbatasan kapasitas jaringan telekomunikasi seluler mengakibatkan congestion dan penurunan kualitas yang cukup parah. Tak heran, di hari lebaran, masyarakat banyak yang mengeluhkan bahwa mereka tidak bisa menelpon atau mengirim SMS sama sekali, bahkan selama seharian penuh atau lebih.

Untuk antisipasi atau minimalisasi persoalan ini, para operator telekomunikasi ini menginvenstasikan sebagian modalnya yang dikenal dengan istilah CAPEX (Capital Expenditure) untuk persiapan menghadapi hari raya lebaran. Tentu saja ini memberikan tambahan pendapatan yang lebih banyak bagi para vendor telekomunikasi untuk memenuhi Project Order (PO) dari customer-nya. Akhirnya bisa ditebak deh, engineer-engineer dari vendor telekomunikasi harus bekerja ekstra di bulan Ramadhan untuk memenuhi PO dalam menghadapi persiapan lebaran ini.

Memang sih tidak mutlak karena hal ini. Tapi rasanya kondisi fisik dan stamina sudah terkuras karena harus bekerja hingga jam 9 malam, disaat orang-orang sudah pulang dari shalat tarawih. Bahkan ada saat-saat tertentu hingga gue terpaksa harus sahur di kantor. Dan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, saat-saat seperti ini hampir selalu berulang di bulan Ramadhan.

Capekkkkk deehhh... :(

Tuesday, August 19, 2008

Reina Ikut Merayakan HUT RI

Setiap hari selasa jam 9 pagi, di kompleks rumah diadakan semacam kegiatan bermain bagi balita / batita. Kegiatan ini juga membantu mengajarkan anak-anak dalam bersosialiasi dengan teman sebayanya.

Kebetulan, hari ini diadakan permainan-permainan untuk merayakan HUT RI ke 63. Reina pun tidak mau ketinggalan untuk ikut berpartisipasi. Gaya euyyy...







Reina ikut lomba makan kerupuk

Mmm...enaakk...

Berkibarlah benderaku...

Pulang main, terkapar deh...

Monday, August 18, 2008

The Place Where My Family Story Begins




Home Sweet Home

Home Sweet Home

This is the place where my family story begins. Built in 2005, this house waited for 1 year before occupied because it should wait for my wife went back from Japan. On March 2006, my wife and I started a lifetime story to build a happy family life in this house. A new member, our first daughter, was born on February 9, 2007, named Kireina.

Friday, August 08, 2008

Di Awal Agustus 2008

Bulan Juli 2008 telah berlalu. Banyak hal menarik yang gw alami di bulan ini. Disatu sisi, gw sedih dengan kehilangan banyak teman kantor yang cabut dari perusahaan merger-an ini. Satu demi satu pergi karena situasi perusahaan dan tentunya demi masa depan personal career yang lebih baik. Sedangkan gw masih "bertahan", mencoba untuk optimis walau sudah pasrah dengan kondisi yang semakin tidak menentu. 2 kesempatan interview untuk posisi permanen di Jerman dan Arab tidak ada kelanjutannya. No problem, life must go on... Mungkin Allah belum mengizinkan gw untuk berkarier di luar negeri dan mungkin inilah yang terbaik bagi gw dan keluarga gw.

Disisi yang lain, banyak hal menarik yang gw dapatkan. Pertama, tanpa diduga, job grade gw naik. Padahal dibulan Juni 2008, line manager gw sudah bilang, job grade gw belum bisa naik saat ini. Alhamdulillah... walau ada sedikit tanda tanya. Yah, tebak sendiri deh kenapa... Kedua, job grade naik, gaji ikutan naik dong. Ketiga, akhirnya dapat HP baru juga dari perusahaan merger-an ini.

Alhasil, gw memutuskan untuk stay di perusahaan ini. Yakin nih? Alasannya sih bukan idealis, loyalitas, atau sejenisnya. Well, realistis aja lah... 2 bulan lagi lebaran dan gw akan dapat THR bulan depan. Apalagi bonus semester dibagikan bulan September juga. Jadi mending nunggu dapat THR dulu kali yee... Jadi, untuk sementara ini, gw menahan diri untuk klik tombol "Apply" atau kirim email dengan attachment "CV_Emil_Mansur.doc", hehehe... :))

Akhir kata, bulan Agustus diawali dengan secercah kegembiraan dan optimisme. Ini cukup menjadi pelipur lara untuk mengobati kesedihan dan pesimisme yang meliputi suasana perusahaan merger-an ini. Mudah-mudahan, ini menjadi titik awal menuju kondisi yang lebih baik, terutama untuk perkembangan karier gw selanjutnya.

Reina @ 17 months old








Foto diambil pada tanggal 12 Juli 2008 oleh istri gw tercinta dengan kamera HP. Momen pengambilan gambar sangat tepat dan cepat. Soalnya, kalau terlambat, Reina akan berusaha mengambil kamera atau HPnya deh... :)

Tidak terasa, Reina sudah berumur 17 bulan. Saat-saat bersama keluarga merupakan momen yang sangat membahagiakan. Apalagi Reina Insya Allah akan mempunyai adik baru sekitar 7 bulan lagi.

Friday, July 11, 2008

Week 27-28, 2008

Di minggu ke-27 dan ke-28 ini, kehidupan gw cukup menyenangkan dan dinamis, walau diakhir minggu gw harus istirahat dirumah karena sakit flu.

Diawal minggu ke-27, gw berulang tahun untuk kesekian kalinya dan ternyata teman-teman kantor mengetahuinya. Thanks to friendster, facebook, and other internet stuffs. Walau gw keep myself in silent, tapi ucapan selamat dan tagihan traktiran makan-makan ternyata banyak juga berdatangan, hehehe...

Di awal minggu ke-27 pula, tepatnya sejak tanggal 1 Juli 2008, berlaku policy baru dari perusahaan tempat gw bekerja. Policy ini dikeluarkan hanya oleh dan untuk wilayah Indonesia saja. Policy ini membawa kekecewaan yang semakin mendalam bagi sebagian besar pegawai ex perusahaan NN di Indonesia. Wajarlah keputusan perusahaan ini disambut dengan protes dan sebagian dari kami mengajukan protes resmi dalam suatu forum yang mempertemukan pegawai, HRD, dan management. Hasilnya? Ngga ngaruh tuh, policy tetap diterapkan. Mungkin perlu dibentuk Serikat Pekerja kali ya di perusahaan ini ya...

Di minggu ke-27 dan ke-28 ini, beberapa teman gw akan meninggalkan perusahaan ini, menyusul banyak orang yang sudah meninggalkan perusahaan ini sejak awal merger. Sedangkan yang masih bertahan banyak yang sudah tidak ada motivasi kerja, kerja seadanya, browsing lowongan kerja di internet, bahkan sekedar bekerja sebelum mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di tempat lain.

Suatu ketika di kantor, gw sedang membalas email dari salah satu agen penyalur tenaga kerja profesional telekomunikasi. Tiba-tiba dikejutkan suara teman,

X: "Mil, sampean lagi ngapain sekarang? Aku malas nih, ngga ada kerjaan"
E: "Lagi ngebalas email dari agen nih."
X: "Wah, ternyata sampean apply-apply juga toh. Aku kirain, sampean betah-betah aja. Denger dari teman-teman, si Emil itu Family Man, dia sih nyaman dan betah-betah aja. Ternyata... Hahaha..."
E: "Hahaha... siapa yang bakal betah dengan kondisi perusahaan kayak gini, Mas. Tapi gw sih santai, ngga terburu-buru. Istri gw lagi hamil. Lagipula tanggung, lebih baik menunggu dapat THR dulu beberapa bulan lagi"
.....

Di minggu ke 28, gw mendapat 2 kesempatan interview via telepon untuk posisi permanen di Arab Saudi dan di Duesseldorf, Jerman. Kesempatan interview ini sudah membawa kegembiraan tersendiri bagi gw dalam kondisi saat ini. Walaupun demikian, gw tetap tidak mau bermimpi dan tetap down to earth, karena pasti banyak saingan kandidat-kandidat lain yang diwawancarai.

Akhir kata, di minggu ke-27 dan ke-28 2008 ini, gw tetap bertahan dan optimis menghadapi dinamika kehidupan, terutama kehidupan pekerjaan. Dengan beban kerja yang menurun, gw bisa meluangkan waktu yang lebih banyak untuk keluarga, terutama istri gw yang sedang hamil dan anak pertama gw yang sedang lucu-lucunya.

Sunday, April 27, 2008

Mengejar US$

Baru saja membaca blog teman gw, ternyata dia akan bekerja keluar negeri karena mendapatkan tawaran kontrak kerja menggiurkan. Dia akan mengambil tawaran US$ menarik tersebut disaat istrinya sedang hamil 7 bulan (28 minggu). Wowww...

Sedangkan salah seorang teman gw yang lain, wanita, tinggal sendiri saja di Jakarta untuk bekerja. Suaminya sedang bekerja menjadi kontraktor telekomunikasi mengejar US$ di Arab Saudi. Anaknya yang masih berumur sekitar 2 tahun diasuh bersama neneknya di kota lain. Wowww...

Teman dari salah satu rekan gw, ketika tiba dirumahnya kembali dari mengejar US$ di salah satu negara timur tengah, disambut anaknya yang berumur 2 tahun saat dibukakan pagar, "Om, mau cari siapa?" Wowww...

Tapi memang dalam hidup ini tiap manusia dihadapkan pada pilihan dan harus menentukan pilihan dengan berbagai konsekwensinya, plus minusnya, pros dan cons. Saya pun tergiur dengan tawaran yang umumnya berkisar US$ 5,000 - US$ 9,000/bulan, atau US$ 200 - US$ 500 /hari, tergantung experience dan negosiasi ini. Tapi ada konsekwensi yang tidak sanggup gw penuhi, yaitu meninggalkan keluarga, hehehe. Jadi, mau tidak mau, gw mencari kesempatan untuk kesempatan permanent employee diluar negeri, bukan kontrak. Karena umumnya dalam klausul permanent employee, ada kesempatan dan benefit bagi istri dan anak-anak. Tentu saja uang yang didapat dan kesempatan yang ada lebih sedikit dibandingkan dengan sistem kontrak kerja.

Memang kondisi Indonesia belum membaik. Kesempatan kerja dan kesempatan mendapatkan penghasilan yang lebih baik juga belum terbuka lebar, termasuk di sektor telekomunikasi. Jadi gw berusaha untuk selalu bersyukur dan menjalani saja apa adanya.

Thursday, April 24, 2008

Spending More Time with My Family

It's been 3 days I don't go to work because of typhus and throat infection. This is the first time I get typhus and I still don't know how it is possible. Many people said that it might be caused by bad food hygiene, especially during lunch time in the area near to my office. Some other people said that it might be caused by too hard working and the current body health condition is not good. But I believe the 2nd opinion might be correct because some of my colleagues who had involved in the same project are also sick.

Wow... How big and difficult is the project then? Well... Actually this is one of the biggest projects ever done, but sorry, I can't tell you. The project had been implemented successfully, the target was achieved, and it meant that all engineers had done and finished their job well. This is the Project Manager (PM) task to close the project and get the money. If the project can't be closed with any reason, who will be blamed? :)







However, I have more time to spend with my family at home. Having enough time to spend with the family is very difficult for most people who live in Jakarta. I don't want to discuss it, everybody already knows that. My daughter is grown up and she's already 14 months old. Her name is Kireina, we call her Reina. She has been able to walk since 12 months old and now already run everywhere in our house. She really likes watching her favorite movie in the DVD player, Barney. During watching Barney, she is very calm and enjoy watching it. Otherwise, runs everywhere and never get tired.

Time is up! I've to pray and will continue with other topic next time... See you :)

Friday, March 07, 2008

April 2008

Bulan depan adalah bulan April 2008. Bulan April 2008 berarti telah genap 1 tahun perusahaan tempat kerja gue merger, demi ambisi para CEO membentuk sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar. Sayang sekali, hal ini menjadikan kondisi yang sangat tidak menyenangkan di level grass root.

Sudah banyak teman-teman kantor "seangkatan" gue yang kabur ke perusahaan lain dan banyak juga yang akan mengikuti jejak mereka karena kondisi yang semakin tidak menentu. Damn, ternyata diam-diam, hampir semua teman-teman gue juga sudah diwawancara oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Tetapi mereka keep silent dan umumnya berakhir dengan ketidak cocokan offer yang ditawarkan perusahaan lain. Gue juga mengalami hal yang sama saat diwawancara oleh perusahaan lain. Memang sih, katanya standar gaji di perusahaan gue dulu sebelum merger memang cukup bagus. Walaupun demikian, gosip memang beredar dengan cepat diantara kami, termasuk data numerik offer yang ditawarkan perusahaan-perusahaan lain.

Bagi gue, April 2008 tidak berarti apa-apa. Yang gue tunggu hanyalah berapa persen kenaikan gaji gue. Harapan-harapan dulu saat perusahaan ini belum merger dan masih berinisial NN, sepertinya tinggallah kenangan. Optimisme, dedikasi, kerja keras, dan loyalitas pada perusahaan NN yang dulu sangat besar diimbangi oleh NN dengan kompensasi yang cukup baik. Sedangkan bulan April 2008, tidak ada harapan yang terlalu muluk. Harapan yang tersisa hanyalah mudah-mudahan ada perubahan yang lebih baik, tidak ada benefit yang berkurang atau bahkan dihilangkan dari yang diterima dulu saat masih di NN.

Rasanya dulu tidak perlu lirik-lirik rumput tetangga, melainkan hanya bekerja semaksimal mungkin untuk merawat rumput yang ada. Dengan merawat secara berkala, rumput ini akan tumbuh dengan baik karena kualitas tanah tempat tumbuhnya yang baik. Tapi justru hal ini membuat gue terlena dan mengabaikan kesempatan-kesempatan emas yang datang.

Gue selalu berpikir saat kesempatan-kesempatan itu datang, timing-nya belum tepat. Ternyata, pendapat gue ini sepertinya kurang tepat. Ada pepatah, kesempatan tidak datang 2 kali. Kalau membaca biografi orang-orang sukses, mereka sering kali berpindah-pindah perusahaan sebelum mencapai posisi puncak. Tapi ini sering kali tidak berlaku untuk orang Jepang, yang bisa kerja seumur hidupnya untuk 1 perusahaan, mulai masuk perusahaan tersebut jadi kroco, sampai 30 tahun kemudian menjadi pemimpin perusahaan tersebut.

Terkadang ada penyesalan, kenapa dulu kesempatan-kesempatan yang datang tidak gue ambil hanya karena merasa kondisi kerja yang "sudah enak dan nyaman"? Tapi disaat kondisi tidak menentu dan gue mengharapkan suatu kesempatan emas datang, dia tidak menghampiri gue lagi.

Andai saja gue bisa mengetahui timing yang tepat dan mengetahui kesempatan emas yang datang ke gue, pastilah gue akan menjadi orang yang selalu optimis dan bersemangat. Karena gw yakin, tidak semua kesempatan yang datang adalah kesempatan emas.

Akhir kata, disaat optimisme gue semakin meredup, semangat gue tetap ada, tapi tujuannya sudah berbeda. Saat ini, semangat gue adalah mencari kesempatan emas supaya datang menghampiri gue.

Thursday, January 12, 2006

Idul Adha, 10 Januari 2006

Pada hari raya Idul Adha, 10 Januari 2006 ini, saya sekeluarga bersama-sama dengan keluarga istri saya merayakan hari raya Kurban di kebon kami. Kebon ini terletak di daerah Cikamurang, Subang, sekitar 4 jam perjalanan dari Jakarta menuju arah Cirebon. Kami bersama-sama membeli sapi kurban sebanyak 1 ekor, dipotong untuk dibagikan kepada orang-orang yang kurang beruntung di daerah sana.

Sebenarnya saya masih dalam keadaan kurang fit karena saya sedang diare. Tapi ini merupakan momen bersejarah dan proses sosialisasi yang sangat penting. Yang membuat saya ingin memaksakan diri adalah karena ini adalah kesempatan momen hunting foto dokumenter yang cukup baik. Berikut ini saya tampilkan beberapa foto dokumenter acara Kurban dengan menggunakan kamera Konica Minolta DImage Z20.



















Alam di kebonku


Berdoa


Berakhir sudah


Pemotongan daging berlangsung


Mendingan main game...


Ayoo, bungkus-bungkus!


Wahh, bagian saya mana?


Mending gw ngerokok aja lah...