Bulan depan adalah bulan April 2008. Bulan April 2008 berarti telah genap 1 tahun perusahaan tempat kerja gue merger, demi ambisi para CEO membentuk sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar. Sayang sekali, hal ini menjadikan kondisi yang sangat tidak menyenangkan di level grass root.
Sudah banyak teman-teman kantor "seangkatan" gue yang kabur ke perusahaan lain dan banyak juga yang akan mengikuti jejak mereka karena kondisi yang semakin tidak menentu. Damn, ternyata diam-diam, hampir semua teman-teman gue juga sudah diwawancara oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Tetapi mereka keep silent dan umumnya berakhir dengan ketidak cocokan offer yang ditawarkan perusahaan lain. Gue juga mengalami hal yang sama saat diwawancara oleh perusahaan lain. Memang sih, katanya standar gaji di perusahaan gue dulu sebelum merger memang cukup bagus. Walaupun demikian, gosip memang beredar dengan cepat diantara kami, termasuk data numerik offer yang ditawarkan perusahaan-perusahaan lain.
Bagi gue, April 2008 tidak berarti apa-apa. Yang gue tunggu hanyalah berapa persen kenaikan gaji gue. Harapan-harapan dulu saat perusahaan ini belum merger dan masih berinisial NN, sepertinya tinggallah kenangan. Optimisme, dedikasi, kerja keras, dan loyalitas pada perusahaan NN yang dulu sangat besar diimbangi oleh NN dengan kompensasi yang cukup baik. Sedangkan bulan April 2008, tidak ada harapan yang terlalu muluk. Harapan yang tersisa hanyalah mudah-mudahan ada perubahan yang lebih baik, tidak ada benefit yang berkurang atau bahkan dihilangkan dari yang diterima dulu saat masih di NN.
Rasanya dulu tidak perlu lirik-lirik rumput tetangga, melainkan hanya bekerja semaksimal mungkin untuk merawat rumput yang ada. Dengan merawat secara berkala, rumput ini akan tumbuh dengan baik karena kualitas tanah tempat tumbuhnya yang baik. Tapi justru hal ini membuat gue terlena dan mengabaikan kesempatan-kesempatan emas yang datang.
Gue selalu berpikir saat kesempatan-kesempatan itu datang, timing-nya belum tepat. Ternyata, pendapat gue ini sepertinya kurang tepat. Ada pepatah, kesempatan tidak datang 2 kali. Kalau membaca biografi orang-orang sukses, mereka sering kali berpindah-pindah perusahaan sebelum mencapai posisi puncak. Tapi ini sering kali tidak berlaku untuk orang Jepang, yang bisa kerja seumur hidupnya untuk 1 perusahaan, mulai masuk perusahaan tersebut jadi kroco, sampai 30 tahun kemudian menjadi pemimpin perusahaan tersebut.
Terkadang ada penyesalan, kenapa dulu kesempatan-kesempatan yang datang tidak gue ambil hanya karena merasa kondisi kerja yang "sudah enak dan nyaman"? Tapi disaat kondisi tidak menentu dan gue mengharapkan suatu kesempatan emas datang, dia tidak menghampiri gue lagi.
Andai saja gue bisa mengetahui timing yang tepat dan mengetahui kesempatan emas yang datang ke gue, pastilah gue akan menjadi orang yang selalu optimis dan bersemangat. Karena gw yakin, tidak semua kesempatan yang datang adalah kesempatan emas.
Akhir kata, disaat optimisme gue semakin meredup, semangat gue tetap ada, tapi tujuannya sudah berbeda. Saat ini, semangat gue adalah mencari kesempatan emas supaya datang menghampiri gue.
Friday, March 07, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)
